بسم الله
mungin disini saya cuma akan brbagi ilmu saja..
karena memang kewajiban setiap manusia harus mnyampaikan ilmunya meski itu cuma satu ayat.. :)sebelumnya alasan saya mengapa memilih untuk men-share tentang hati:
1. Hati kita adalah yang pertama dilihat oleh Allah.
Sesuai dgn firmannya"(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki2 tidak berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan Hati yang selamat (Bersih)". (QS. Asy-Syu'aro: 88-89)
2. Hati itu sifatnya mudha goyah. Mudah terbolak-balik.
Rasulluah bersabda : "Dinamakan Hati hanya karena perubahannya, sesungguhbya perumpamaan hati itu ialah laksana bulu yang menempel di pangkal pohon kemudian diterpa dihembus angin hingga terbalik(melaju tanpa arah)." (diriwayatkan Ahmad 4/408. Shohihul jami':2365)
3.dan masih banyak alasan yg tidak saya sebut(pegel ngetik)
PEMBAGIAN HATI
Ibnu Qoyyim dalam kitab Ad-Daa' waddawa' membagi hati menjadi tiga:
1. Hati sehat
Sesuai dgn firmannya"(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki2 tidak berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan Hati yang selamat (Bersih)". (QS. Asy-Syu'aro: 88-89)
2. Sakit
"agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat"(QS. Al-Hajj: 53)
3. Mati
"Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan) , disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka."(QS. An-Nisa':155)
RACUN HATI
Abdullah bin Mubarok berkata: "Aku melihat dosa-dosa itu mematikan hati, memperturutkannya merupakan kehinaan, menjauhinya merupakan kehidupan hati."
1. Banyak Bicara
"Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berdzikir kepada Allah, sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa dzikir kepada Allah akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia dari Allah adalah yang hatinya keras."(HR. Tirmidzi)
2. Hasad
Dosa hasad merupakan dosa yang pertama dilakukan iblis yang enggan tunduk memberi penghormatan kepada Adam as sehingga ia dikutuk Allah SWT. Sedang dosa yang pertama muncul di bumi ialah dosa yang dilakukan Qabil karena hasad kepada saudaranya sendiri yang bernama Habil. Habil dibunuh Qabil yang hasad karena iri akan nikmat yang diperoleh Habil yang qurbannya diterima Allah SWT.
Di dalam Al-Quran dikisahkan:
"Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurutyangsebenarnya, ketika keduanya memper-sembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).
la berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”
Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”.
“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam”.
“Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim”.
Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya.
Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini? ” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal"(QS. Al-Maidah[5]: 27-31).
Hasad mempunyai pengertian secara bahasa berarti dengki, benci. Sedangkan menurut istilah yaitu membenci nikmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada orang lain, dengan keinginan agar nikmat yang didapat orang tersebut segera hilang atau terhapus.
Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah kamu sekalian saling menghasud, saling membenci, saling memata-matai, saling membukakan aib, saling tipu dan saling menjatuhkan, tapi jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara“. (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra.).
Bersambung... Insya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar